biker gossip

MvAgusta F3 800

sudah amat sangat lama mbah tidak pakai motor MvAgusta F3 di sirkuit sentul. dan terus terang motor ini bener bener butuh penyesuaian. Karena salah satu yang paling terasa adalah motor ini memiliki ukuran yang kecil, yaitu sebesar motor 250cc namun memiliki tenaga yang besar.

dengan bobot tidak sampai 172 kg, motor ini bertenaga 140hp. dan ukuran tangki motor yang kecil banget. Dan ini membuat mbah harus menyesuaikan total cara naik motor ini

Setingan Suspensi Krusial banget

bagi mbah yang biasa mengandalkan tangki sebagai tumpuan, mencoba F3 800 ini bener bener butuh penyesuaian. Maklum , namanya “nyoba” setup suspensi motor menjadi krusial. Mbah harus mencoba setup suspensi yang pas. beberapa kali mbah mencoba posisi duduk, dari depan, belakang supaya konfindent saat di tikungan. Dan setelah berbagai eksperiment akhirnya ketemu juga riding style yang pas

tapi terus terang aja belum sepenuhnya mbah bisa dapat, karena pada dasarnya ini motor lebih kecil dan tanpa tangki tumpuan mbah di tangan dan jelas lebih melelahkan sih …

Perlu gak Quick Shifter dan Autobliper

ok, mungkin di kelas 250cc ini adalah fitur baru, namun bicara di segmen superbike dan supersport fitur ini sudah menjadi standar sejak 5-6 tahun lalu. Fitur ini digunakan untuk menaik turunlan gigi di kecepatan tinggi tanpa perlu menarik tuas kopling dan menutup gas (mengurangi)

fitu ini amat berguna di sirkuit dimana biker bisa konsentrasi mengoper gigi baik naik turun dengan mudah dan melakukan down shift lebih cepat. akibatnya adalah biker bisa melaju lebih cepat di track lurus dan masuk ke tikungan lebih cepat (fast in fast out)

Penggunaan di jalan raya gimana?

nah masalahnya 99% motor yang dibeli yang memiliki fitur ini akan lebih banyak digunakan di jalan raya. Jadi pertanyaanya berguna ga? Ya tergantung banget. Karena berbagai motor memiliki tipe quick shifter yang berbeda beda. Ada yang baru aktif di Rpm tinggi ada yang aktif diputaran yang lebih rendah

namun jika penggunaanya di jalan raya, rasanya fitur ini menjadi kurang optimal. Bisa di pakai, cuma menurut mbah bakalan kerasa banget jika motor ini dipakainya di lintasan sirkuit

Honda CBR250RR Update

beberapa waktu lalu Honda AHM merilis CBR250RR baru, dan membuat Honda CBR250RR sebagai motor sport 250cc 2 silinder paling kuat di kelasnya. soalnya selama ini motor 250cc 2 silinder masih belom bisa menembus angka keramat yaitu 40 Hp.

sebelumnya Honda CBR 250RR masih berkutat di angka 37 hp maksimal. namun disini mereka memberikan update signifikan yaitu dengan memproduksi motor bertenaga 41 Hp di 13.000 Rpm dan torsi sebesar 25Nm. Angka yang besar untuk mesin 2 silinder 250cc

Fitur Moge Ada disini

selain fitur standar saat ini seperti Throttle by wire, ABS dan Riding Mode, Motor ini dilengkapi juga Quick Shifter, nah ini adalah fitur dimana motor bisa menaikan gigi (shift up) tanpa menggunakan kopling. Ini berlaku optimal pada gigi 2 ke 3 dan seterusnya. Fitur ini sangat berguna jika motor di kebut di sirkuit dengan putaran mesin tinggi.

bicara soal fitur dan livery, Motor ini akan mendapatkan dua livery baru, yaitu livery Garuda dan Livery Samurai. Oh ya Top speed motor ini mencapai 172 Km Jam. Harga tertinggi motor ini adalah 77.3 Juta OTR ibukota untuk varian tertinggi

Mesin inline memang nyaman

mungkin jika anda belom pernah merasakan sensasi superbike dengan power 150-200 hp sulit menjelaskanya. Tapi jelas mengendarai kendaraan dengan power to weight ratio mendekati 1:1 itu gak mudah. Dan yang lebih sulit itu sebenarnya bukan pada saat top speed namun mengontrol power outputnya.

power output itu paling nyaman di motor bermesin inline, Bukan Crosplane , V4 apalagi L twin tapi inline

power delivery mantul

salah satu yang jadi kendala adalah power delivery, mesin inline itu sangat ganas di putaran atas meski jambakan di putaran bawah itu relatif normal. sebagai rider normal jelas mesin inline mengeluarkan power yang linear, semakin ke atas semakin tinggi. Sehingga sangat membuat percaya diri bagi rider untuk buka gas

salah satu motor yang terbukti pas adalah s1000Rr, selain dilengkapi mesin inline 4 dan frame twin spar, motor ini dibantu elektronic yang mumpuni. Mulai dari Quick shifter, Autobliper dan race traction control. Meski 1000cc level percaya diri saat menggunakan motor ini mirip dengan motor supersport 600 !!!

Konsumen dan latar bekalang

penjualan motor kecil atau 250cc kebawah betul betul terpukul habis. Salah satu penyebabnya ada beberapa faktor utama, Yaitu Latar Belakang konsumen, Dasar Pembelian dan Proses pembelian

Latar belakang konsumen adalah mereka yang memiliki fix income dari gaji, dan ketika pendapatan fix mereka berkurang daya beli otomatis berkurang.

kedua adalah dasar pembelian, karena mereka membeli motor sebagai alat alias tools, dengan minimnya aktifitas otomatis fungsionalotas motor tersebut berkurang

yang ketiga adalah proses, leasing kredit dan bunga, ketika dua faktor tersebut di gabungkan, maka faktor ketiga ini hasilnya berantakan!

Bisa bounce back?

tentu bisa! tapi kapan dan bagaimana? ini yang menjadi masalah. jika bicara rebound salah satu yang utama adalah pergerakan ekonomi Sehingga ketika ekonomi berputar otomatis daya beli naik. Terapi ada salah satu faktor stimulus adalah peralihan dari penggunaan transportasi umum ke pribadi. ini memicu penggunaan kendaraan pribadi meningkat

jadi kapan? sesegera mungkin dan selama masih di rem terus oleh regulasi yang gak jelas maka proses rebound akan semakin lama !!