sponsor indobikermags

Konvoi Moge Tidak Melanggar Hukum … tapi HARUS menjadi PEMBELAJARAN

  
Secara hukum tidak melanggar

Akhirnya jelas sudah bahwa konvoi motor besar di even terbesar bike week nasional yang di selenggarakan di Jogjakarta dipastikan legal dan tidak melanggar hukum. Setidaknya itu adalah penjelasan dari pemerintah terkait kasus penghadangan oleh pesepeda.

Artinya meskipun di upayakan atau di coba di sorot dari sisi dan alasan bagai manapun konvoi tersebut “ternyata” tidak melanggar hukum. http://m.detik.com/news/berita/2994803/mungkinkah-elanto-si-penghadang-moge-dipidanakan-ini-kata-polda-diy

  
Harus saling Interospeksi & adanya perbaikan moral

Tetapi menurut mbah pemoge dan peserta konvoi maupun biker yang menghadiri Jogja Bike Rendervous sendiri bukan bebas dari kesalahan, karena cukup banyak alasan moral, sopan santun hingga kasus yang bisa memicu kecemburuan sosial yang bisa dihindari dan di perbaiki. Agar tidak ada lagi insiden maupun gesekan dengan warga setempat. Berikut saran mbah agar kejadian ini tidak berulang lagi …

  • Mengohormati warga – ini alasan utama kenapa insiden tersebut terjadi, ingat peserta konvoi adalah pendatang atau tamu maka hendaknya mereka menghormati warga sekitar maupun mereka yang jalurnya dilewati
  • Tidak provokatif – peserta konvoi hendaknya tidak ikut ikutan mengelakson apalagi melakukan blayer kepada pengguna jalan lainya, karena sudah ada aparat yang bertanggung jawab
  • Disiplin – dalam konvoi harus disipilin, salah satunya tidak mengabil jalur lain ataupun bergerak zig zag hingga mengganggu pengguna jalan lainya.
  • Santun & Ramah suka atau tidak suka, kehadiran motor besar, mahal dan keren akan menjadi hiburan tersendiri bagi warga, alangkah indahnya jika pengendara memberikan senyuman dan sikap ramah  selama berkendara, dijamin susasana dan ikatan sesama biker dan penduduk semakin baik . 

Discover a hidden easter egg

78 COMMENTS

  1. Kmarin juga ada nih disini. Belok ga pake sein. Kita mau nyebrang udah nungguin dari jauh. Eh pas sampe simpang depan mereka belok dan gak ada satupun yg pake sein. Kalo di jalan rata2 santun lah. Kdng2 blayer2. Tapi mayoritas yg pake pengusaha2 tionghoa(maaf, bukan bermaksud rasis) bukan pejabat atau aparat negara.

  2. Itu kan sudut pandang kapolri.. You know lah track record nya instansi yang satu ini. Klo saya melihat beberapa postingan mbah dukun yang terkait secara halus tidak menyalahkan mogeher tsb terkesan membela malah, dimaklumi mereka semua kan temennya mbah dukun semua atau konsumen potensialnya…wkwkwk.. Klo ikut menyalahkan bisa rusaklah citra mah dukun ini..:)

  3. Kenapa ya tiap ada kasus kaya gini dihubungkan dgn kecemburuan sosial, sirik, dsb, dll, dst? Pantes para mogeher pada sombong + arogan, mereka pikir semua orang sirik sama mereka.. hemeeehhh…

    • iya juga tuh, anak-anak dibiarin pake motor, ortunya bangga malah.
      emak-emak pake matic juga kadang ngawur belok gak pake sein, ngabisin jalan dln.
      kalok macet naik-naik aja ketrotoar.
      jembatan penyebrangan buat pejalan kaki juga dipake juga.
      melawan arah selama penduduk setempat ga papalah.
      kalok ormas pake kupluk putih boleh dong konvoi gakdikawal.
      .
      kalok mau melebar, melebar sekalian.
      .
      btw standard ganda gak sieh kita sebagai Manusia..??

  4. Bukan berarti yg dikawal harus melanggar kan…??? Dan apa urgensinya rombongan moge…?? Mereka cuma pengguna jalan,sama kaya yg lain….

    • Ada acara jamboree melibatkan 4000 motor terus pawai, kalo tidak minta pengawalan polisi apa ngga tambah runyam tuh kota? lihat tingkat pemasukan daerah dari hotel, restorant dll. semua kegiatan yg bersifat baik untuk ekonomi dan melibatkan masa yg besar pasti ada konsekwensinya Bro. “pengamanan” itu bagian dari kepentingan public. saya harap semua bisa menyadari dan tidak terjebak dalam pemandangan hanya dari melanggar lalu lintas nya saja (walaupun tidak melanggar).

  5. Memang gak melanggar koq. Kan ada ijin dari yang berwenang.
    Cuma dalam memberi diskresi itu apakah tanpa batas? Tidakkan?Tetap dalam pemberian diskresi harus memperhatikan peraturan perundang undangan dan kode etik kepolisian republik indonesia. Rombongan yang pake sirine,toa,rotator,tanpa plat nmr depan yang lalu lalang didepan mata pak pol itu apakah termasuk diskresi juga?Mumet mumet!

  6. kemarin tanggal 17 agustus di kota malang juga ada pak polisi ngawal para moge… malah yang di belakang pak polisi bapak dan anak yang menggunakan moge tidak pakai helm… kok mau ya pak polisinya memberi bantuan???

  7. Kalo masalahnya “Sopan Santun”itu amat sangat benar.mereka pastinya menyewa Lapangan,Hotel atau tempat Wisata buat berkumpul.kalo dalam Area itu(tempat kumpul) bebas aja,kalopun ada yg nonton berarti mereka ingin nonton(suka).tapi dijalanraya ndak semua suka MOTOR lo.Faham!!!!!Ngoahahaha.

  8. pilih mana :
    1. dikawal untuk aman dan tertib dijalanan
    2. dikawal untuk diISTIMEWAKAN dijalanan

    masalahnya bukan kaya atau miskin buat apa kaya/miskin kalau gak punya otak, kagak peduli orang lain, kagak peduli sesama, dimana sering terdengar broterhood apakah hanya sesama pengguna moge/club itu sendiri, apakah hanya sikaya dan sikaya atau simiskin dan simiskin

    saya rasa penghadangan pakai onthel kemarin hanya awal jika masalah kemarin itu tidak di respon positif dari semua pihak (polri dan club istimewa tsb) dan saling menaati peraturan berlalulintas, bisa jadi kedepan akan tumbuh penghadang-penghadang lagi dari daerah lain dan mungkin caranya akan tidak santun lagi

    70 tahun merdeka, hanya taat mengikuti traffic light saja tidak bisa (bukan hanya moge, bebek juga, becak juga, onthel juga, nyebrang juga dsb) namanya intersection itu bukan hanya dari satu sisi

    Jogja itu Istimewa untuk semua

    Ingat! ini urusan negara lho

  9. dari Saudara yg Warga Jogja(Demangan Baru).Warga Jogja sendiri sampai saat ini ada yg Pro dan Kontra dgn kejadian ini.makanya Pemerintah Daerah juga susah menentukan sikap.yg Pro menganggap Jogja adalah kota Tujuan Wisata,mereka Tamu harus dihormati dan mendatangkan Pemasukan keKota.sedang yg Kontra bilang ini Kota Pelajar,jangan sampai Generasi Muda mencontohnya.

  10. Jogja bisa mencontoh Bali.dimana menempatkan area Wisata Hiburan dilokasi tertentu(Legian/Sanur) dan memperketat Wisata Religius.kalo kita wisata kePura perempuan disediakan kain penutup bila bercelana pendek/rok mini.kalo diKuta Bebas.Jogja punya nilai lebih diApit 2 Metropolitan(Jakarta/Surabaya).

  11. intinya harus jadi biker yang santun. mau konvoi moge, konvoi mocil, konvoi mobil…rata2 karena udah merasa konvoi jadi arogan..like this mbah…-from silent reader-

  12. Kaum Intelektual,Dosen,Guru dll akan menilai Mogeer sebagai “orang bodo”.beli mobil kenapa?bisa pake jas/kebaya.tapi mereka yg bekerja dibidang Wisata akan terbungkuk2 bila kita naik Moge.dalam pikiran mereka Duit,duit,duit gede.Jogja harus tentukan sikap atau cari tempat buat bisnis Wisata.

  13. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 1993.

    Dalam Pasal 65 ayat 1 disebutkan, pemakai jalan wajib mendahulukan sesuai urutan prioritas sebagai berikut:

    a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas
    b. Ambulans yang mengangkut orang sakit
    c. Kendaraan untuk memberi pertolongan pada kecelakaan lalu lintas
    d. Kendaraan Kepala Negara (Presiden dan Wakil Presiden) atau Pemerintah Asing yang menjadi tamu negara
    e. Iring-iringan pengantar jenazah
    f. Konvoi, pawai atau kendaraan orang cacat
    g. Kendaraan yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus.

    Semua kendaraan tersebut di atas wajib didahulukan dalam berlalu lintas. Kendaraan yang mendapatkan prioritas tersebut, berdasarkan ayat 2 Pasal 65 PP diatas, harus disertai dengan pengawalan petugas yang berwenang atau dilengkapi dengan isyarat atau tanda-tanda lain.
    Dalam ayat 3 ditegaskan lagi, petugas yang berwenang melakukan pengamanan apabila mengetahui adanya pemakai jalan yang diprioritaskan tersebut.
    Dalam ayat 4 ditambahkan, perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu-lintas tentang isyarat berhenti tidak diberlakukan kepada kendaraan-kendaraan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 huruf “a” sampai dengan “e”.

    konvoi kemaren itu huruf F, diluar pengecualian jadi harus mematuhi rambu2 lalu lintas, diskresi koq menabrak undang-undang dan aturan yg dipake, belum lagi penjabaran pasal 135 poin G yg sampai sekarang entah kemana. silahkan cari lagi pasal karet buat membenarkan tindakan para moge terabas lampu merah.

    • ane setuju ini, tapi pernyataan kapolri yg bilang konvoi moge kemaren boleh terabas lampu merah, itu yg ane tidak setuju

  14. Moge nerobos lampu merah aja d permasalahkan, padahal kan udah jelas itu sudah d kawal oleh pihak kepolisian..trs klo mocil masuk busway, lawan arah, belok ga pke sign, ga pke helm, jalan pelan ambil d daerah kanan, di klakson malah galakan dia. Semua itu knp ga dipermasalahkan?? Apa krn ini “moge” jd di masalahkan..heran

  15. saya bukan membela,saya sudah cek,kita2 keliru,memang A-E resmi boleh melanggar rambu sedang Poin F dan G mematuhi Rambu2.”Oke”,tapi bila ada Petugas diPersimpangan yg menganggap “PERLU”(menurut dia) SAH aja Petugas menyuruh Rombongan lewat dulu.Petugas dilapangan lebih berhak dari RAMBU.kecuali tidak ada petugas diPersimpangan,cuma Patwal sebiji doang didepan.coba aja tanyakan DPR komisi Hukum dan Ham,gratis cuma isi buku tamu.disono Pengacara Semua,kata mereka Welcome kalo mau datang.

  16. ane heran ada yg bilang SAH, padahal negara ini ada acuan hukumnya, website POLRI lagi yg memajang supaya masyarakat mengerti tindakan mereka sesuai UU yg berlaku. waduh…mau jadi apa negara ini, hukum cuma buat pajangan doang.

    • bagi ane yg salah itu tetap salah, mau moci, moge atau apapun yg melanggar ketentuan dar UU yg berlaku. sayangnya ada yg ngeyel gak mau disalahkan.

  17. aturan pengawalan memang diatur Peraturan Pemerintah,tapi ada aturan lain yg menindihnya,dimana Rambu Lalulintas adalah alat bantu Polisi menjalankan tugasnya,jadi Polisi berhak mengatur Lalulintas tanpa mengindahkan Rambu2.hal itu Polisi juga dilindungi Undang2.jadi kalo Patwalnya seOrang saja dan dia tidak mampu dia juga ndak akan mengatur Lalulintas itu(ikut Rambu).

    • sebaiknya ane dikasih penjelasan berikut UU yg berlaku, biar ane gak salah paham, sangat kacau sekali ya negara ini aturan perundang2an yg kebawah boleh menindih aturan pokok yg jadi acuan mereka.

  18. kalu urusan nyawa, yg haram aja boleh dimakan,

    jadi samalah kalu ambulan bawa pasein kritis ato

    mobil pemadam kebakaran lagi menuju area kebakaran boleh langgar lampu merah,

    kalu konvoi moge??????

    pikir sendirilah

  19. seumpama seorang Kontraktor mau memancang Tiang yg ndak Legal diangkut Truk.dia minta izin.trus Truk dgn Tiang yg melebihi Panjang dikawal depan belakang.kalo ada Trafficlight mereka wajib mematuhi,tapi kalo dipersimpangan ada Petugas dan mereka menyuruh jalan terus itu Hak Petugas diLapangan,

  20. Di poin mana ya dari pasal 134 kalau rombongan konvoi boleh mendapat pengawalan?
    Karena pada point huruf G, yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara lain, kendaraan untuk penanganan ancaman bom, kendaraan pengangkut pasukan, kendaraan untuk penanganan huru-hara, dan kendaraan untuk penanganan bencana alam.

    • Setelah diCek mereka ada diPoin F.(konvoi pawai).mereka berijin baik rute dan jadwal.mereka kalo cuma diKawal harus mematuhi Rambu2 lalulintas(Traficlight).tapi dalam Praktek ada Petugas Lapangan diPersimpangan yg mempersilahkan mereka.

    • mungkin anda salah membedakan Pasal 134 UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 1993 karena poin F pada pasal 134 tidak ada penjelasan tentang konvoi ataupun pawai.

  21. negara ini menggunakan hukum suka2, dan sudah menjadi hal lumrah dimata aparat penegak hukum, ataupun masyarakat. jadi biasa karena terbiasa akan menjadi SAH, walaupun berbenturan dengan UU yg berlaku.

  22. Pentingkah Konvoi Moge??sama kepentingan Umumkan Truk bawa Tiang Pancang buat Perusahaan Swasta??kita lihat kePentingan Siapa???bagi kita tidak Penting,bagi Pemerintah Daerah mereka Penting,mereka sudah Sewa Lapangan,bayar Hotel dan tentunya pemasukan buat Kota dan warga.Apakah harus terkait Kepentingan Kita.emang Jogja milik seOrang warganya??Makanya perlu keDPR sampaikan keluhan kalo perlu bikin Perda Moge/Mobil mewah ndak boleh keJogja,atau apa aja.

    • So? jadi beribu-ribu wisatawan yang datang ke jogja juga berhak memperoleh pengawalan donk karena mereka juga bayar hotel dan memberi pemasukan kepada daerah.
      Hanya karena mereka memberi pemasukan kepada daerah bukan berarti mereka bisa mendapat hak istimewa juga apalagi hanya rombongan konvoi, emangnya mereka bisa membuka lapangan pekerjaan untuk beribu-ribu orang seperti perusahaan swasta?
      Sebenarnya gk perlu lapor ke DPR segala karena sudah jelas tertulis di undang-undang kendaraan apa saja yang termasuk dalam pengguna jalan yang memperoleh hak utama.
      Bukannya perlakuan spesial kepada pihak tertentu malah menimbulkan kesenjangan sosial dan itu bertentangan dengan pancasila kita karen pada sila ke 5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    • Kalo anda warga Jogja sampaikan keDPR setempat.minta acara seperti itu jangan diijinkan lagi.kalo warga Jakarta tanyakan keKomisi Hukum dan Ham.adakah pelanggaran Hukum disana.cuma saya Pribadi sudah cek keteman2 hukum.mereka legal.jadi suka tidak suka saya terima.

  23. mbah, saya paling sepet liat strobo dipake kendaraan strobo, mau itu moge mocil maupun mobil.. lha kok bisa-bisanya sudah dikawal masih pula kendaraan sipil pake strobo..

  24. berbicara masalah hukum haruslah ada landasan UU yg disampaikan, agar masyarakat bisa memahami tindakan yg dilakukan adalah sah secara hukum, susah amat ya bilang salah aja, malah cari pembenaran kesana kemari. petugas dilapangan berhak bertindak melebihi UU ane pengen tahu pasal2nya neh, biar ane gak salah ngerti

  25. sangat berbeda urgensinya antara truk tiang pancang dan konvoi moge yg ribuan itu, lagian ditempat ane liat truk bawa tiang pancang mereka stop aja dilampu merah, pengawalan yg diberikan kepada mereka bukan dgn motor patroli, tapi dengan mengikut serakan polisi didalam truk tsb, itu daerah ane. sepanjang apakah truk yg bawa tiang pancang, apakah berjejer ratusan, atau ribuan?? bagi ane tindakan penegak hukum yg tidak berpijak pada hukum jelas SALAH.

  26. terlepas SALAH atau BENAR tindakan Kepolisian dan Kepala Daerah.lalu kalo kita “TIDAK PUAS” apa langkah yg harus dilakukan.coba bertindak Nyata.datanglah keDPR,kalo cuma Koar2 begini diketawain Mereka.saya pribadi sudah konsultasi keteman2 DPR,mereka masih pelajari,cuma jangan main Koboi kaya peSepeda.keDPR sono biar tambah banyak laporan WARGA yg tercatat.

  27. anda tidak Puas sama Kepala Daerah dalam memerintah,atau tindakan Kepolisian dalam bertindak???kemana???cobalah keDPR karena cuma disana tempat mengadu.disana diarahkan,dicatat bisa atas nama kelompok atau pribadi.cuma kalo dijelaskan jangan NGEYEL kaya diBlog.mereka bukan Bela cuma menjelaskan.kalo saya dianggap membela oke aja cuma diBlog.tapi DPR jangan anda tuduh macam2.mintalah bantuan bukan menghujat.

  28. klu g dibikin heboh, g bakalan ditanggapi DPR sama pulisi. yg ada diketawain. sebenarnya tindakan nyata sudah dilakukan pesepada dkk sejak setahun yg lalu. tapi tidak ada tindakan berarti dilapangan, makanya harus dibikin heboh baru mereka pada ngeh, rakyat g bodoh amat…

  29. Kalo pada masih inget, aturan itu kan ada yang tertulis (hukum) dan ada aturan sosial, kaya kita g tau hukum kita aja kaya gimana, kalo ane liat ini masalahnya bukan soal hukum konvoi, tapi soal “SIKAP”, apa yang mereka (mogeer2) perbuat di kota kami adalah sangat mengganggu, arogan.. dan sering mengintimidasi pengguna jalan yang lain dengan suara blayeran dari knalpot kalian yang kaya suara gilingan padi!! dan bahkan cenderung membahayakan, kalo saja kalian punya sikap yang baik maka hal seperti ini tidak akan terjadi, jogja itu beda dengan kota2 lain bro.. kami masih sangat menghargai sopan santun, anda sopan kami segan.

  30. Sah2 aja bikin Heboh diBlog.tapi DPR bertindak bila ada laporan dan keluhan warga,LSM atau Ormas.makanya dari kemarin saya menyarankan keDPR.mereka pasti welcome anda disana dicatat kalo banyak warga berarti dicatatan tambah banyak.jangan bilang Negara Bobrok dan Hukum bobrok lagi.

    • DPR apa gerak kalau belum rame, harus dibikin rame dulu.

      Kalau seorang kapolri tidak bisa membaca undang2, polisi di lapangan mau bener diancam mutasi, kalau bukan bobrok, apa istilahnya?

    • @dewa..ongomong ap kmu..dpr mbahmu..realistis wae,kyak gak tau kerjane dpr,opini lu diplomatis,jauh panggang dari api jack..hadee..

  31. kalau ada yg membetulkan tindakan para aparat dan moge tsb, memang kehilangan kesadaran sudah terhadap undang2 yang berlaku.

  32. Maaf,mbah..saya eneg leat klakuan bikeer hd di jalan..napa saya sebut hd,bukan moge..3 x ane breng rombongan moge,mereka di jlan raya normal..ngumumi,membaur kyak biker yg laen..kasus jbr,uda pendatang,belagu lagi..dasar otak ma hati gak nyambung..makan ntu filosofi motor hd,praktekin,tapi di amrik sono noh..

  33. berikut 5 pendapat Setkab

    Tindakan pengawalan oleh voorijder petugas Kepolisian dalam peristiwa yang terjadi di Sleman merupakan perbuatan yang melanggar ketentuan Pasal 134 huruf g UU Nomor 22 Tahun 2009 sebab konvoi motor Harley Davidson tidak termasuk sebagai Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan.
    Demikian juga apabila peserta konvoi tersebut menggunakan lampu isyarat dan sirene, hal tersebut juga melanggar ketentuan Pasal 59 UU Nomor 22 Tahun 2009 sebab lampu isyarat dan sirene, baik warna merah, biru, maupun warna kuning, sudah diatur peruntukkannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (5) UU tersebut.
    Meskipun lemah, Kepolisian dapat saja menggunakan argumentasi penafsiran frasa “antara lain” dalam Penjelasan Pasal 134 huruf g tersebut. Makna “kepentingan tertentu” yang diikuti dengan frasa “antara lain” dapat memberi kebebasan bagi Kepolisian untuk memaknai frasa kepentingan tertentu.
    Sebaiknya petugas Kepolisian tidak melakukan pengawalan terhadap konvoi atau iring-iringan motor Harley Davidson tersebut. Namun apabila pengawalan tersebut harus dilakukan, maka sebaiknya pengawalan tersebut dilakukan tidak dengan menggunakan lampu isyarat atau sirene dan mematuhi peraturan atau rambu-rambu lalu lintas yang berlaku, serta bersikap sama seperti Pengguna Jalan lainnya.
    Meskipun demikian, dari aspek peraturan perundang-undangan perlu juga dipertimbangkan untuk mempertegas arti “kepentingan tertentu”, misalnya bagaimana pengawalan untuk kegiatan olahraga tertentu, seperti balap sepeda jalan raya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

baca juga