biker gossip

Zarco adalah versi “Matang” Quatararo

Johann Zarco yang kini struggling di KTM sebenarnya adaah pembalap yang siap menjadi penantang Marc Marquez. dia pun terbukti sebagai pembalap yang mampu dua kali jadi juara dunia. Lalu Whats Wrong dengan Zarco? dia jelas sama sama prancis dan lebih sensasional dibandingkan Quatararo …

tapi alasan kepindahan Zarco ke KTM adalah dia ingin membalap di tim Pabrikan, Bersama tim satelit memang bisa berada di papan atas tapi untuk bersaing menjadi juara dunia itu mustahil. Lihat bagaiaman Cal Crutchlow yang hanya beara di papan atas tanpa mampu mengacam !

Quatararo … 2020 Maksimal

bicara soal Fabio Quararo mungkin di pendam di tim satelit semusim lagi (sesuai kontrak) bisa, tapi lebih dari itu dia akan memilih hengkang. salah tim dia akan menjadi Johann Zarco yang justru sengsara di KTM. Alasan Zarco mungkin akan berulang dengan Quatararo nantinya jika dia tidak diberi kesempatan balapan berasana tim pabrikan …

asalanya, ada pembalap tua yang tidak kompetitif namun masih ngoyo ingin balapan dan ambisinya menjadi penghalang bagi pembalap muda untuk berprestasi

Honda AHM … Motor Barunya apa aja sih?

jika di teliti di GIIAS ini Honda AHM memiliki kebiasaan menarik, dimana mereka akan merilis produk dengan kaliber Global di GIIAS dan kaliber lokal / regional di IIMS. nah makanya bicara di even GIIAS sepertinya kita sudah bisa menebak produk yang akan di rilis honda di GIIAS

jika bicara motor tersebut adalah Moge, kita bisa memperkirakan dari EICMA apa yang kira kira diminati disana itulah yang akan di boyong ke sini, dan jika itu bukan moge pastilah itu motor dengan kategori global produk

Expect premium Product …

Honda sendiri menurut mbah bisa saja merilis premium product. Dulu Honda AHM merilis Forza dan Cub 125 di GIIAS dan sekarang espect produk sejenis yang akan dirilis Mereka di GIIAS.

motor apa ya? yah sebenarnya mbah udah tau sih produk apa, cuma silahkan browsing browsing IG mbah aja nanti bocoranya ada disitu

bukan dimatikan, tapi sudah saatnya modar

bicara alasan kenapa Metromini dan Kopaja sekarat itu bukan karena dimatikan. namun karena mereka kalah berebut lahan dan bersaing dengan kompetitornya. Siapa lagi kalo bukan Ojek online, Mobil Online, Taksi Online dan trans Jakarta Feeder. Mereka menawarkan sesuatu yang sama sekali Nihil dimiliki oleh Kopaja dan Metromini

Satu kata, Keamanan dan Kenyamanan. mereka tidak menawarkan hal itu sama sekali! namun mereka ada karena waktu itu tidak ada pilihan. Disaat Taxi dan ojek mahal, mereka hadir disitu …

Ada yang lebih baik, ya udah …

namun ketika ada opsi lebih baik, mereka dengan senang hati di tinggalkan. toh konsumen mereka tidak ada yang keberatan atau bahkan gak peduli ketika mereka sekarat. Alasanya sederhana, karena mereka pun selama ini terpaksa pake jasa mereka!

jadi begitu alternatif lain, meski dengan berbagai bentuk hadir, dengan senang hati mereka meninggalkan Kopaja dan meteomini …

Bell Star Isle of Man TT Yellow !!!

oke bicara helmet, yes mbah di endorse Bell, yess … tapi ini bukan tanpa alasan, karena Helm Bell merupakan salah satu Helm Premium yang sekelas dengan Arai, Shoei (japan) Agv, Xlite (italy) dan Schuberth (jerman) bedanya Bell berasan dari US

dan sesuai judul, helm yang mbah bilan Oh My god ini adalah Helm Bell Isle Of Man TT – Yellow edisi 2019 … yang menurut mbah Oh My god

Bell Isle of Man TT …

kalo bicara helm, jangan main main deh, pertama helm itu selain untuk melindungi kepala juga untuk kenyamanan. Soal Helm Bell, mbah udah makai helem ini di sirkuit, di lanud, harian. Bobotnya ringan, saat digeber di bandara dalam kecepatan 300 km/h tidak ada viberasi atau desingan suara angin. bener bener luar biasa. dan saati dipakai harian pun gak panas dan saat hujan gak ngembun

apakah helm bell ini sempuran? menurut mbah Bell Star ini mengkombinasikan antara kenyamanan arai, desain shoei dan ringan AGV, dan makanya bell menurut mbah salah satu helm paling sempurnah yang ada di pasaran

Melandri musim ini sudah 3 podium

bersama tim satelit GRT marco melandri berhasil naik podium sebanyak tiga kali. jelas ini bukan pencapaian buruk bagi pembalap berusia 36 tahun ini. terlebih dia membawa panji tim satelit. Ini jelas hal yang positif namun melandri memberikan keputusan cukup mengejutkan dengan mengatakan dia akan pensiun musim depan

melandri yang berusia 36 tahun ini sudah mengantongo 3 gelar juara dunia yaitu 2 kali GP125 dan sekali GP250 untuk selanjutnya menjadi pembalap papan atas motoGP dari musim 2003-2007 sebelom pindah ke World SBK di musim 2011-2019 dengan mengumpulkan 22 kemenangan sekaligus melewati gelar juara seri yang dimiliki max biaggi

Belom Tua dan Kompetitif

keputusan marco melandri sendiri cukup menarik, terlebih dengan pernyataanya yang mengatakan dia memilih pensiun selagi masih kompetitif. Ya usia 36 tahun jelas masih kompetitif, terlebih mengingat Carlos Checa menjadi juara dunia World SBK di usia 39 tahun. namun ada yang menarik disini.

melandri memilih pensiun sebelom dirinya tidak lagi kompetitif, dan bukan tidak mungkin kita melihat melandri balapan di level non WSBK seandainya dia masih mau …